Walikota Minta SMA Ikuti Jejak SMA Tamansiswa

Mojokerto (Realitamasyarakat) – Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus kaget dan bangga tak kala SMA Tamansiswa satu-satunya sekolah SMA mempunyai Bursa Kerja Khusus (BKK), hal ini disampaikan pada saat digelar acara pembukaan penyelenggara Job Fair Mini, di SMA Tamansiswa, jalan Tamansiswa, kota Mojokerto. Jumat (10/2).

“Saya mengapresiasi adanya BKK di SMA Taman Siswa. SMA Taman Siswa merupakan satu-satunya SMA yang memiliki BKK secara resmi , biasanya SMK yang memiliki BKK. Makanya patut diapresiasi dalam upaya menekan pengangguran,” ujar Wali Kota dalam sambutannya membuka Mini Job Fair.

Menurut Wali Kota, di Kota Mojokerto sudah ada tujuh sekolah yang memiliki BKK secara resmi. Dari tujuh BKK itu, enam BKK SMK (Sekolah Menengah Keguruan) dan satu BKK SMA, yakni SMA Taman Siswa. “Jadi SMA Taman Siswa ini merupakan satu-satunya SMA yang memiliki BKK,” tandasnya lagi.

Tidak semua siswa yang sekolah di SMA melanjutkan study ke jenjang perguruan tinggi. Mereka yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi tentunya membutuhkan pekerjaan. “Nah melalui BKK ini mereka perlu mendapatkan informasi tentang lowongan kerja dan akhirnya mendapatkan tempat bekerja,” katanya.

BKK di sekolah-sekolah sangat membantu lulusan SMA dan SMK dalam rangka mendapatkan pekerjaan. Dengan demikian BKK sangat membantu menekan angka pengangguran. “Untuk itu saya berharap semua sekolah SMA mengikuti jejak SMA Taman Siswa sehingga lulusan sekolah di Kota Mojokerto mendapat informasi dan tempat bekerja,” harapnya.

Terpisah Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Mojokerto Hariyanto mengatakan, Mini Job Fair kali ini merupakan kali ke dua. Job Fair tahun lalu digelar di SMKN 1 Kota Mojokerto. “Job Fair kali ini diikuti sepuluh perusahaan, dan lowongan pekerjaan yang tersedia sebanyak 700,” katanya.

Kota Mojokerto merupakan salah satu dari sembilan kabupaten/kota di Jawa Timur yang dipercaya Kementerian Tenaga Kerja menyelenggarakan Mini Job Fair. “Selain Mini Job Fair, nantinya pemerintah kota juga akan mengadakan job fair tersendiri yang terbuka untuk umum,” pungkasnya.
(Gon)

Industri Kecil Maju, Masyarakat Sejahtera

img_20161119_9423

Mojokerto (Realitamasyarakat) – Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus Jumat (18/11) hadir dalam acara Gelar Kriya Pesona Kota Mojokerto tahun 2016 di Sunrise Mall Jalan Benteng Pancasila Kota Mojokerto. Kegiatan yang diadakan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kota Mojokerto ini dibuka oleh Wakil Ketua Umum Dekranasda Provinsi Jawa Timur Fatma Saifullah Yusuf.

Siti Amsah Mas’ud Yunus, Ketua Dekranasda Kota Mojokerto turut mendampingi Wali Kota bersama jajaran Forkopimda, Sekdakot Mas Agoes, jajaran Kepala SKPD Provinsi Jawa Timur, Ketua DPRD, Kepala Diskoperindag, Kepala SKPD, Camat dan Lurah se-Kota Mojokerto.

Gelar Kriya Pesona Kota Mojokerto tahun 2016 yang merupakan gelaran pertama ini diikuti puluhan peserta pameran yang sebagian besar adalah pengrajin Kota Mojokerto akan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (20/11). Masyarakat dapat hadir untuk menyemarakkan acara ini sekaligus membeli produk khas dari warga Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk menggarap pemerataan ekonomi adalah dari sektor UKM, IKM serta Koperasi. Wali Kota menyebutkan ada tiga permasalahan besar yang harus dihadapi untuk sektor tersebut. “Yaitu masalah permodalan, terlebih untuk menghadapi MEA, kita dukung permodalah UKM dan IKM dengan program pembiayaan usaha syariah. Dengan menyediakan modal tanpa bunga, tanpa biaya asuransi dan tanpa biaya administrasi,” tuturnya.

Yang kedua yaitu masalah manajemen. Kota Mojokerto telah bekerja sama dengan JAICA dari Jepang yang menggarap brand produk UKM dan IKM Kota Mojokerto. Yang ketiga adalah masalah pemasaran. “Boleh dikatakan kalau beli sepatu di luar kota, di luar jawa ataupun di luar negeri ini hampir seluruhnya adalah produk Kota Mojokerto. Karena di Kota Mojokerto ada tiga kampung sepatu yaitu Prajuritkulon, Surodinawan dan Miji,” serunya. Demikian pula industri cor, batik, prahu layar dan kerajinan lainnya.

“Semangat inilah yang membuat industri di Kota Mojokerto terus berkembang dan hari ini kita semua bisa mengikuti dan menyaksikan acara ini. Mudah-mudahan acara ini dapat memberikan kemajuan dan mengembangnya UKM dan IKM di Kota Mojokerto,” urainya.

Sementara itu Fatma Saifullah Yusuf, Wakil Ketua Umum Dekranasda Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya mengatakan bahwa kita harus mencintai dan membeli produk dalam negeri, produk dari masyarakat kita sendiri. “Hal ini untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi yang akan mengantarkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Acara dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Fatma Saifullah Yusuf. Kemudian Wakil Ketua Umum Dekranasda Provinsi Jawa Timur tersebut bersama Wali Kota Mojokerto, Ketua Dekranasda Kota Mojokerto meninjau puluhan stan.

Kegiatan selama tiga hari ini juga diisi oleh beberapa agenda. Yaitu pada hari Jumat lomba mewarnai tingkat TK dan lomba menggambar tingkat SD, Nge-jam bareng pelajar se-Kota Mojokerto pada malam harinya. Kemudian pada Sabtu diselenggarakan lomba ajang top model batik Kota Mojoketo dan pada hari Minggu diadakan acara lomba tari kreasi se-Kota Mojokerto.

(kha/Gon)

SBW Dikenal Banyak Komunitas

Santoso Bekti Wibowo
Santoso Bekti Wibowo

Mojokerto (Realitamasyarakat) – Suara popularitas Santoso Bekti Wibowo (SBW) melalui polling suara Jaring Survey Independen (JSI) masih kokoh di puncak hasil sementara di antara delapan tokoh bakal calon kepala daerah kota Mojokerto. SBW menempati  nomor urut dua dari delapan bakal calon Kada di JSI yang mendapatkan 127 suara SMS dengan total 64,80 persen, dari pukul 12.07 WIB. Kamis (29/9/2016).

Mas’ud Yunus yang sekarang masih menjabat Walikota Mojokerto di nomor urut JSI memperoleh 2 suara SMS dengan total presentase 1,02 persen. Hal ini sama dari bakal calon yang lain Ika Puspitasari dan Mulyadi juga mendapatkan 2 suara SMS total presentase 1,02 persen.

img_20160929_40103-1

Wakil Walikota, Suyitno, memperoleh 1 suara dengan total presentase 0,51 persen sedangkan Moch Imron dengan presentase 0 persen alias tidak mendapatkan suara SMS, Novi Rahardjo mendapatkan 5 suara SMS dengan total presentase 2,55 persen dan Deni Novianto memperoleh cukup lumayan dengan mendapatkan 57 dengan total presentase 29,08 persen.

SBW yang menjabat pengurus partai PDI Perjuangan tetap rendah hati untuk perolehan suara terbanyak melalui JSI ini. “Saya tetap biasa-biasa saja, dan saya tidak begitu tahu adanya Survey ini karena ini juga suara masyarakat”, ujarnya SBW.
Ditemui saat menjadi peninjau pertandingan sepak bola, pria yang akrab dipanggil Abah Dan ini mengaku sama sekali tidak menggerakkan massanya untuk mendukungnya dalam perolehan Polling. “Saya justru tidak begitu tahu kalau ada polling,” katanya.

Namun dia mengaku memang memiliki banyak teman karena aktif diberbagai komunitas. “Saya adanya tahu Polling ini dari kolega-kolega saya”, ujarnya.
(Gon)

Jaring Survey Independen Gelar Polling Survey Popularitas Bacawali Mojokerto

86847_05440502072016_ilustrasi-pilkadaMojokerto (Realitamasyarakat) – Jaring Survey Independen (JSI) adalah sebuah organisasi yang bergerak di bidang survey. Beberapa bidang diantaranya: Politik, Survey Kepuasan Pelayanan Publik, Hasil Produksi dan lainnya.

“Saat ini, JSI telah menggelar program perdananya. Survey Popularitas Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto 2018-2023 sebagai program perdana JSI ini bermaksud dan bertujuan untuk mengetahui tingkat popularitas para tokoh yang dimungkinkan akan menjadi calon walikota atau wakil walikota pada pilkada langsung Kota Mojokerto bulan Juni tahun 2018 nanti.” terang Moch. Mustofa Sekretaris JSI saat ditemui di Gedung DPRD Kota Mojokerto (Kamis, 22-09-2016).

“Polling kali ini adalah poling tahap pertama dan selanjutnya akan diikuti dengan poling tahap kedua dan ketiga. Polling kali ini hanya untuk mengukur popularitas para Bakal Calon hasil pengamatan versi JSI”, imbuhnya.

“Polling dimulai 22 september 2016 pukul 19.00 dan akan ditutup pada 30 desember 2016 pukul 24.00. Untuk berpartisipasi, masyarakat atau voters cukup dengan mengirim sms dengan format: PILIHANKU#No_Urut dan kirim ke nomor 085331424626. Satu Nomor Seluler hanya berlaku satu kali Polling, tarif berlaku normal.” Jelas Mustofa sapaan akrab Sekretaris JSI.

(Muji/Gon)

Bunda Baca Indikator 3 Besar SMAN 2 Juara Tingkat Nasional

IMG_20160829_48704

Mojokerto (Realitamasyarakat) – Istri dari Walikota Mojokerto, Siti Amzah Mas’ud Yunus adalah salah satu motivator Bunda Baca demi meningkatkan budaya baca. Merasa bangga jika SMAN 2 kota Mojokerto mempunyai motivator Bunda Baca karena SMAN 2 memperoleh juara 3 besar perpustakaan dari tingkat nasional. Senin (29/8/2016)

“Prestasi yang diraih perpustakaan SMAN 2 sebagai juara 3 tingkat nasional cukup membanggakan. Pesaingnya bagus-bagus berasal dari kota-kota besar di seluruh Indonesia. Meski Kota Mojokerto kecil, tapi mampu mengalahkan sekolah lain yang berasal dari kota-kota besar,” katanya menanggapi raihan perpustakaan SMAN 3.

Menurut Siti Amzah Mas’ud Yunus ini, raihan prestasi perpustakaan SMAN 2 ini merupakan indikator meningkatnya budaya baca di Kota Mojokerto. “Budaya baca masyarakat Kota Mojokerto sudah mencapai 20 persen dari jumlah penduduk. Padahal budaya baca secara nasional hanya satu per seribu,” ujarnya.

Lebih dari itu, prestasi tersebut sesuai dengan program Kota Mojokerto berlingkungan pendidikan yang tertuang dalam Perwali Nomor 17 Tahun 2009. Salah satu indikatornya adanya perpustakaan baik perpustakaan umum, perpustakaan kelurahan, perpustakaan keluarga maupun perpustakaan sekolah.” Semua itu tujuannya untuk meningkatkan budaya baca,” imbuhnya.

Keberhasilan meningkatkan budaya baca di Kota Mojokerto 20 persen dari jumlah penduduk berkat upaya Pemkot Mojokerto melalui Kantor Perpustakaan dan Arsip dan Dinas Pendidikan, dan tim penggerak PKK. “Ini terlihat dari banyaknya perpustakaan di Kota Mojokerto dengan pengunjung yang cukup banyak,” katanya.

Budaya baca yang mencapai 20 persen ini merupakan trend yang baik dalam meningkatkan wawasan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Perpustakaan akan terus ditingkatkan supaya visi Kota Mojokerto yang cerdas bisa diwujudkan,” tadasnya.

Sekolah-sekolah yang lain akan terus dikembangkan sehingga juga dapat berprestasi secara nasional. Nantinya Dinas Pendidikan bersama Kantor Perpustakaan dan Arsip akan melihat sekolah mana yang akan dipicu.

“Perpustakaan sekolah merupakan jantung dari sekolah. Jika perpustaannya bagus maka layanan pendidikannya juga baik dan prestasi siswa juga baik,” urainya.

IMG_20160730_57799

Menurut Siti Amzah, ada kekurangan yang perlu dikembangkan yaitu luas ruangan Perpustakaan yakni SMAN 1 dan SMKN karena lahan untuk membangun perpustakaan masih ada. “Kekurangan SMAN 2 hanya perkara ruang perpustakaan yang kalah luas dengan pemenang satu dan dua. Sedang masalah lain perpustakaan SMAN 2 tidak kalah,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Mojokerto, Sugiono mengatakan, salah satu yang menambah nilai untuk perpustakaan SMAN 2 karena Kota Mojokerto memiliki bunda baca dimana daerah lain tidak memiliki. “Saat di Jakarta, tim juri mencerca saya dengan pedtanyaan seputar bunda baca. Saya jelaskan bahwa bunda baca sebagai motivator untuk meningkatkan budaya baca,” katanya.

(Gon)

New Nakoda Golkar 2016 – 2021

IMG_20160815_120030

Mojokerto (Realitamasyarakat) – Sony Basuki Rahardjo secara aklamasi terpilih sebagai ketua DPD II Partai Golkar kota Mojokerto periode 2016 – 2021. Musyawarah daerah tersebut digelar di Padepoka Cahaya Putra Hotel Trawas kabupaten Mojokerto, sabtu (13/8/2016) lalu.

Ketua Golkar kota Mojokerto terpilih, Sony, mengungkapkan “akan berkonsentrasi pemenangan pemilihan Walikota, menargetkan lima kursi di DPRD, pembenahan internal, kaderisasi, dan program kerja”, ujarnya.

Berdasarkan surat mandat ditetapkan lima formatur yang terpilih secara aklamasi yaitu ketua, perwakilan provinsi, pimpinan dua kecamatan, dan pimpinan ormas.

“Dalam keputusan rapat Musda kemarin, ketua terpilih diberikan waktu 15 hari untuk menyusun personel dalam kepengurusannya dibantu oleh 4 orang utusan terdiri dari 1 utusan propinsi, 2 pimpinan kecamatan dan 1 orang utusan ormas”, tegas orang keturunan Belanda ini.

Sementara eks ketua DPD kota Mojokerto Hendro Suwono meningkat kejenjang yang lebih tinggi atau menjabat sebagai ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) yang bertugas di Dapil lima yang meliputi Bojonegoro, Lamongan, Tuban, dan Gresik.

Didalam acara Musda tersebut Suyitno yang sekarang menjabat Wakil Walikota Mojokerto ditunjuk oleh lima formatur sebagai ketua Dewan Penasehat (Wanhat) yang didampingi Sarnoko selaku sekretaris dan Sony sendiri yang dulunya sekretaris naik sebagai ketua Golkar.

IMG_20160815_120035

Acara Musda tersebut di buka oleh sekretaris DPD 1 Gesang Budiarso mewakili ketua Provinsi Golkar Nyono Suharli Wihandoko sekarang menjabat Bupati Jombang dan didampingi seluruh jajaran pengurus DPD Golkar Provinsi, dan dihadiri oleh Pimpinan DPRD, seluruh ketua partai kota Mojokerto.
(Gon)

Wali Kota: Jalan Sehat Menjalin Silaturahmi, Mensyukuri Kemerdekaan

IMG_20160815_3952

Mojokerto (Realitamasyarakat) – Berbagai kegiatan dilakukan masyarakat Kota Mojokerto untuk menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-71 tahun 2016. Seperti yang dilakukan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto Minggu (14/8) pagi. Dua pimpinan daerah tersebut memberangkatkan jalan sehat di empat tempat yang berbeda dalam rangka menyambut hari Kemerdekaan.

Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus hadir di tengah-tengah warga Perumahan Magersari Indah RW 03 / RW 04 dan di Perumahan Gatoel Kota Mojokerto. Di kedua tempat ini ratusan masyarakat hadir bersama keluarganya bersama-sama mengikuti acara yang digelar tahunan tersebut.

Dalam sambutannya Wali Kota sangat mengapreasiasi warga bahwa kegiatan jalan sehat memiliki makna yang sangat luas. Diantaranya membentuk masyarakat yang sehat jasmani dan rohani. “Sehingga dengan diberikan badan yang sehat kita dapat mensyukuri kemerdekaan dengan hal-hal yang positif terutama untuk ikut serta membangun bangsa. Mewujudkan semangat Indonesia Kerja Nyata seperti pada tema hari kemerdekaan tahun ini,” tutur Wali Kota.

Wali Kota juga mengucapkan terima kasih kepada warga yang turut serta berpartisipasi dalam kegiatan jalan sehat. Selain mendapatkan sehat, Wali Kota menyampaikan bahwa dengan kegiatan seperti ini juga dapat menjaga kekompakan antarwarga.

“Terima kasih warga masyarakat yang turut serta dalam kegiatan ini. Dengan kegiatan jalan sehat, kita juga dapat menjalin silaturahmi antartetangga. Dengan guyub rukunnya masyarakat seperti ini berarti kita semuanya ini turut membangun Kota Mojokerto yang lebih rukun, damai dan sejahtera,” sampainya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Suyitno juga menghadirp acara jalan sehat warga RT 01 / RW 05 Perteng Kelud, Kelurahan Wates dan di lingkungan Muria, Kedundung Indah Kota Mojokerto. Di dua tempat ini Wakil Wali Kota memberangkatkan sekaligus mengapresiasi warga yang juga turut serta dalam acara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71.

(kha/gon)

Turun Kelapangan, Tim Juri Nasional Seleksi SMAN 2

IMG_20160730_57799

Mojokerto (Realitamasyarakat) – Wajib bangga, perwakilan Jawa Timur SMA Negeri 2 kota Mojokerto masuk kategori sepuluh besar Perpustakaan terbaik tingkat nasional.

Kemarin, Jumat (29/7/2016) telah diseleksi oleh ketua tim juri dari Perpustakaan Nasional, Sudirman Wachid menegaskan “dari tiga puluh empat Provinsi ini nantinya diambil sepuluh besar yang terbaik, nantinya diundang ke Jakarta (15/8/2016) untuk menghadiri seleksi dan presentasi dihadapan lima juri nantinya”. katanya

Kedatangan tim juri tersebut disambut dan mendapat apresiasi dari Walikota Mojokerto, Kepala Perpustakaan daerah, kepala Dispendik, Kepala Sekolah SMAN 2.

“pemilihan perpustakaan SMA tingkat nasional ini dalam rangka promosi dan membudayakan gemar membaca. Juga bentuk pembinaan terhadap perpustakaan sekolah yang ada di Indonesia, senhingga diharap pemerintah dapat turut terlibat dalam pengembangannya,” ujar Sudirman.

Melalui penilaian langsung yang dilaksanakan ini, diharap perpustakaan SMA Negeri 2 kota Mojokerto dapat masuk dalam lima besar dan menjadi nominasi posisi tiga teratas dalam puncak penilaian pada Agustus 2016 mendatang.

Kasek SMAN 2 Sugiono meyakini optimis dalam kemenangan perlombaan ini

“Kami yakin dan mampu untuk bersaing dengan perpustakaan lainnya di Indonesia, semoga saja kami mampu meraih predikat terbaik,” paparnya

Daerah yang masuk 10 besar sebagai berikut : Nusa Tenggara Timur, Sumatra Selatan, Gorontalo, Riau, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Barat, Aceh.

(Gon)

12 Tokoh Masyarakat Deklarasi Bebas Prostitusi

IMG_20160530_34562

Mojokerto (Realitamasyarakat) – Di hari menjelang ulang tahun Kota Mojokerto 20 Juni 2016, dua belas tokoh dari berbagai elemen masyarakat mendeklarasikan Kota Mojokerto dan Jawa Timur Bersih Prostitusi di halaman luar perkantoran Pemkot Mojokerto, jalan Gajahmada, Minggu (29/5/2016).

Dalam deklarasi tersebut, disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori, Ditjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, ikatan dai lokalisasi (Idial) dan unsur Forpimda tersebut Tegoeh Starianto, Ketua Yayasan Mojopahit, tokoh pemuka agama, KH Muthoharun Afif, Ketua PHRI Mojokerto, Satuin, Ketua FKUB, KH Faqih Usman, GOW, Ninis Triaswati, perwakilan pengelolah kos-kosan, Imam Fahrudin, dan beberapa tokoh lainnya serempak membacakan tiga poin deklarasi, menyangkut komitmen membersihkan Kota Mojokerto dan Jawa Timur bersih dari prostitusi, serta akan mengambil langkah-langkah terpadu untuk pembersihan dan penanggulangan prostitusi.

Sesaat sebelum deklarasi, Teguh Starianto angkat suara, mengingatkan kembali soal stigma lokalisasi yang melekat di tubuh yayasan yang dipimpinnya. Ia menyebut, Yayasan Mojopahit tidak melokalisir namun melakukan pembinaan terhadap WTS sejak tahun 1970. Langkah Kota Mojokerto membersihkan praktek prostitusi disambut dengan pembubaran pembinaan di tubuh yayasan yang menampung aneka tuna, seperti tuna wisma, tuna karya, tuna daksa, tuna susila dan lain-lain.

“Yayasan Mojopahit mendukung upaya-upaya pembersihan praktek prostitusi. Karenanya, sejak 8 Pebruari 2016 seiring rencana Pemkot Mojokerto membersihkan praktek prostitusi, di Yayasan Mojopahit sudah melakukan bersih-bersih prostitusi,” tandas Teguh.

Ia pun menyatakan apresiatif terhadap Gubernur Soekarwo yang memberikan bantuan modal terhadap 1.137 kepala keluarga (KK) binaan Yayasan Mojopahit yang terkategori terdampak secara sosial ekonomi.

“Semoga langkah Gubernur yang memberikan bantuan kepada warga terdampak sosial ekonomi juga akan diikuti walikota,” seloroh dia.

Sebelumnya, Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus menyatakan, untuk menjadikan Kota Mojokerto bebas prostitusi, Pemkot Mojokerto melakukan langkah-langkah koordinatif dengan Forpimda. Salah satu langkah konkrit yakni pendirian lima posko di lima titik yang rawan praktek prostitusi.

Sementara, saat memberikan sambutan usai deklarasi, Gubernur Soekarwo berkilas balik soal penanganan puluhan lokalisasi hingga menjadi zero prostitusi.

Menurutnya, penutupan lokalisasi di seluruh Jawa Timur merupakan kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan pejabat tinggi Jawa Timur dengan tokoh masyarakat serta pengurus MUI di  tahun 2011. Sejak saat itu secara bertahap Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah daerah setempat melakukan penutupan. Proses yang paling lama memakan waktu adalah penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya.

“Sebelumnya di Jawa Timur terdapat 47 lokalisasi yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Sejak tahun 2011 silam, jumlah lokalisasi ini terus berkurang. Dan hari ini adalah peristiwa besar. Sebagaimana dinyatakan Pak Teguh Starianto, tidak ada lagi praktek prostitusi di yayasan yang dibinanya. Target Jawa Timur zero prostitusi pun terpenuhi,” katanya.

Namun demikian ia tak menafikan jika sejatinya pembersihan praktek prostitusi bukan hal gampang. “Perlu pendekatan terus menerus. Dari pengawasan hingga tindakan. Peran aparat satpol PP di daerah sangat penting agar praktek prostitusi berkurang secara drastis hingga benar-benar bisa bersih,” sergahnya.

Ia pun menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan bantuan kepada 1.137 warga yang terkena dampak penutupan. Setiap keluarga mendapatkan Rp 3 juta. Uang itu diharapkan dapat membantu warga untuk membuka usaha baru.

(Gon)