Vonis 4 Tahun, Faruq Pikir-Pikir

Amar Putusan Eks Pimpinan DPRD

Surabaya (Realitamasyarakat) – Akhirnya pelaksanaan putusan terhadap terdakwa eks tiga Pimpinan DPRD kota Mojokerto oleh majelis hakim Tipikor Surabaya dan memberikan putusan karena adanya keterkaitan kasus operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Terdakwa eks tiga pimpinan DPRD kota Mojokerto masing-masing terbukti bersalah melanggar pasal 12 huruf a dalam UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan 55, 64 KUHP. Maka ketiganya divonis hukuman 4 tahun penjara, 200 juta, subsider 3 bulan.

Hanya saja Umar Faruq saja yang masih berpikir-pikir untuk melakukan banding atas putusannya majelis hakim tersebut hanya saja Fanani dan Purnomo menerima secara legowo hasil putusan hakim tersebut.

Pengacara dari Umar Faruq, Setiyono sendiri mengatakan akan putusan itu, “beliau (Faruq) menghargai akan putusan majelis hakim akan tetapi Pak Faruq masih memikirkan untuk kedepannya,” katanya.

Sementara itu Imam Subaweh, Penasehat Fanani dan Purnomo mengatakan, “Perlu ada pencatatan dari putusan Majelis Hakim adanya perintah dari Mas’ud Yunus pada via Pak Wiwit Febrianto (mantan Kadis PUPR), biarkan tetap berlanjut” lanjutnya.

Tiga Pimpinan DPRD kota Mojokerto ini, Purnomo menjabat sebagai ketua dari Fraksi PDIP, Umar Faruq menjabat Wakil ketua dari fraksi PAN, dan serta Abdullah Fanani menjabat sebagai wakil ketua dari fraksi PKB dengan masa periode 2014-2019 tahun.

(Gon)

Deklarasi Damai Siap Kalah Siap Menang Untuk 36 Cakades Kecamatan Krian

Sidoarjo – Realita, Sebanyak 36 calon Kepala Desa dari 13 desa se- Kecamatan Krian, menggelar deklarasikan damai Pilkades serentak, dihadapan Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Kecamatan Krian.

Dalam deklarasi itu ada empat butir ikrar yang diucapkan serentak oleh para calon Kades di Pendopo Kecamatan Krian. Salah satu ikrar yang diucapkan adalah siap dipilih dan tidak dipilih demi terciptanya Krian yang kondusif.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah menyatakan, deklarasi damai sebagai komitmen awal para calon kepala desa untuk menjaga pelaksanaan pilkades agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Untuk itu ia berharap para calon Kades yang akan bertarung dalam pemilihan nanti dapat menjaga konstituennya masing masing.

“Langkah ini dinilai sangat tepat untuk deteksi dini dalam mengantisipasi konflik saat pelaksanaan pilkades”, terangnya

Menurut Saiful pihaknya juga menghimbau kepada para peserta Pilkades untuk memiliki mental siap menang dan siap kalah.
Dengan begitu tujuan pilkades damai dan aman bisa terwujud.

“nantinya bagi calon yang menang jangan terlalu eforia dan yang kalah tetap bisa menerima dengan legowo dan lapang dada”, harapnya

Dalam kesempatan itu pula Bupati  berpesan kepada para unsur penyelenggara Pilkades untuk dapat bekerja sesuai prosedur dan tata kerja yang diatur perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu penyelenggara Pilkades diharapkan dapat meminimalisir permasalahan agar tidak sampai terjadi sengketa dalam pelaksanaan Pilkades nantinya.

Karena, lanjut Saiful  bahwa Pilkades serentak kali ini sebagai sarana memberikan pendidikan politik dan demokrasi yang baik dan benar kepada seluruh lapisan masyarakat.(pra)

damai

Doa Bersama Siapkan Mental Spiritual Jelang UN

Sidoarjo – Realita, Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH mendoakan seluruh peserta Ujian Nasional (UN) dari tingkat SD, SMP, SMA dan sederajat bisa lulus 100 persen pada tahun ini.

Hal itu itu disampaikan oleh Wabup H. Nur Ahmad Syaifuddin saat menghadiri doa bersama jelang UN pelajar SMP/MTs se Kabupaten Sidoarjo yang dipimpin oleh KH. Rofiq Sirodj di Masjid Agung Sidoarjo.

Menurut Wabup kegiatan doa bersama jelang UN seperi di Masjid Agung Sidoarjo ini akan menambah persiapan mental spiritual pelajar SMP/MTs dalam menghadapi UN 9 Mei 2016 mendatang. “Kegiatan seperti ini akan menambah persiapan mental spiritual para pelajar dalam menghadapi UN,” katanya.

Dalam kesempatan itu  H. Nur Ahmad Syaifuddin juga menjelaskan bahwa pada UN tahun 2015 lalu, peserta UN di Kabupaten Sidoarjo lulus 100 persen, mulai dari jenjang pendidikan SD sampai SMA.

Untuk itu ia berharap dan berdoa bahwa hasil UN tahun ini sama dengan tahun lalu, yaitu kelulusan 100 persen sebagaiman yang telah ditargetkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. “Mudah-mudahan dengan dilaksanakan doa bersama ini, target yang dicanangkan oleh kepala dinas ini benar-benar berhasil,” ucapnya.

Lebih lanjut H. Nur Ahmad Syaifuddin menuturkan bahwa keberhasilan seseorang tergantung pada 2 hal, yaitu kewajiban dhohir dan kewajiban batin yang harus dijalankan.

Kewajiban dhohir atau nyata dilakukan pelajar dengan bersekolah sungguh-sungguh yang dapat ditambah dengan mengikuti bimbingan belajar diluar sekolah, sedangan kewajiban batin yang harus dilakukan oleh pelajar adalah dengan berdoa dan pasrah kepada Allah SWT.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Drs. Mustain M.Pd berharap nantinya pelajar SMP/MTs yang lulus dapat memilih SMA/SMK diwilayahnya masing-masing.

Ia menyakinkan bahwa standar seluruh sekolah negeri sama, seperti standar SMA Negeri Sidoarjo sama dengan standar SMA Negeri Tarik dan begitu juga dengan yang lainnya.

“Saya berharap usai kelulusan nanti, para pelajar SMP/MTs dapat mendaftarkan diri di SMA/SMK di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya. (pra)ww

Lagi, Polisi me-Razia Miras Toko Klontong

Sidoarjo – Realita. Kepolisian Sektor (Polsek) Jabon berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras (miras) berkadar alkohol tinggi saat menggelar razia disalah satu toko klontong.

Puluhan botol miras berbagai merk itu berhasil diamankan dalam toko klontong milik Choirul Umami (35 tahun) warga Dusun Janganasem RT 10 RW 04, Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon.

Kapolsek Jabon AKP M. Mukari mengatakan bahwa razia kali ini dilakukan dalam rangka Operasi Bersinar Semeru 2016 sebagai langkah antisipasi pencegahan terkait maraknya peredaran miras diwilayah hukum Kecamatan Jabon.

Dikatakan oleh AKP M. Mukari bahwa penggerebekan toko klontong tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat kalau tempat tersebut dijadikan transaksi jual beli miras.

“Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, ternyata informasi itu benar dan langsung dilakukan penggrebekan,” katanya.

Dari hasil penggerebekan itu, anggota Polsek Jabon berhasil mengamankan 50 botol miras, terdiri dari 20 botol jenis arak dan 30 botol jenis vodka Mc Donald yang disimpan dalam kardus.

“Sebanyak 50 botol miras tersebut disembunyikan didalam kamar tidur,” ucapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dibawa ke Mapolsek Jabon untuk penyelidikan lebih lanjut sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu dihadapan petugas, Choirul Umami mengaku bahwa dirinya terpaksa berjualan miras untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari karena suaminya sudah lama menganggur. (pra)miras

Pengedar Sabu Ditangkap Di Depan Karaoke X2

Sidoarjo  – Realita, Nasib sial dialami Edy Purwanto alias Kusno (30) asal Perum Pondok Mutiara Blok BR nomer 11-Sidoarjo yang tertangkap tangan oleh Unit Reserse dan Kriminal Kepolisian Sektor (Reskrim Polsek) Tulangan di depan salah satu tempat karaoke dikawasan Perumahan Gading Fajar pada Rabu (16/3/2016) lalu.

Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Tulangan Aiptu Bambang Santoso mengatakan bahwa tersangka ditangkap karena terkait dengan serangkaian peredaran narkoba diwilayah hukum Polsek Tulangan, Selasa (22/3/2016).

“Dari tangan tersangka berhasil diamankan 1 poket sabu-sabu yang dibungkus dalam kantong plastik kecil didalam bungkus rokok,” katanya.

Dijelaskan oleh Bambang Santoso bahwa penangkapan tersangka berdasarkan informasi dari warga yang melihat tersangka sedang berada didepan salah satu tempat karaoke dikawasan Perumahan Gading Fajar.

Saat ditangkap sekitar pukul 18.00 WIB, tersangka sedang memakai kaos berwana merah motif abu-abu.

“Setelah dilakukan pengejaran, tersangka berhasil ditangkap di kawasan perum Gading fajar depan Karaoke X2,” jelasnya.

Kemudian tersangka diperiksa dan digeledah oleh anggota Unit Reskrim Polsek Tulangan, dari saku celananya ditemukan 1 poket sabu-sabu yang tersimpan didalam bungkus rokok.

Tersangka kemudian digelandang ke Polsek Tulangan dan akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 112 KUHP tentang mengedarkan barang-barang psikotropika yang ancaman hukumannya paling lama 12 tahun penjara.

Sementara itu dihadapan penyidik, tersangka mengaku bahwa baru pertama kali menjual sab-sabu dan rencananya uang hasil penjualan akan dipakai buat senang senang. (pra)

TKSK Wadul Ke Dewan Terkait Minimnya Insentif

Sidoarjo –  Realita, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) menghadap ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo untuk mengadukan nasib mereka terkait rendahnya kesejahteraan yang selama ini mereka terima, Rabu (16/3/2016).

Ibrohim Helmi, TKSK Gedangan mengatakan bahwa selama ini mereka mendapatkan dana insentif dari pemerintah sebesar Rp 400 ribu perbulannya dan itupun dipotong pajak.

Selain wadul terkait minimnya dana insentif yang mereka terima, TKSK dari 18 kecamatan itu juga mengadu terkait kendaraan operasional yang harus menggunakan kendaraan pribadi untuk menangani permasalahan-permasalahan sosial di tengah-tengah masyarakat.

“Selama ini kami menggunakan kendaraan sendiri untuk operasional, sedangkan tempat-tempat yang kami jangkau begitu jauh,” kata wahyu, TKSK Krembung.

Untuk itu, mereka meminta kepada Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan dan Komisi D yang ikut mendampingi agar dapat menganggarkannya pada Perubahan Anggaran Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAK APBD) Kabupaten Sidoarjo 2016 ini.

Karena di beberapa daerah, seperti di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan, dana insentif untuk TKSK sudah diatas Rp 1 juta perbulannya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Usman mengungkapkan bahwa pihaknya akan membawa aspirasi tersebut kepada pimpinan DPRD Kabupaten Sidoarjo serta akan memanggil dinas-dinas terkait untuk membahas permasalahan ini.

Ia  mengakui bahwa dana insentif yang diterima oleh TKSK begitu minim, apalagi harus menggunakan kendaraan sendiri yang operasionalnya juga harus diambilkan dari uang Rp 400 ribu itu.

Untuk itu, ia meminta kepada para TKSK untuk memberikan informasi apabila di kecamatan masing-masing ada kendaraan operasional kecamatan yang tidak terpakai agar menghubungi pihaknya dengan harapan agar kendaraan tersebut bisa dipakai oleh TKSK sebagai operasional dengan sistem pinjam pakai. (pra)

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) menghadap ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) menghadap ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo

TUNTUT KENAIKAN TUNJANGAN , KADES DAN PERANGKAT se-SIDOARJO ANCAM BOIKOT “TIDAK SETOR PBB”

Sidoarjo (Realita) – Ribuan Perangkat dan Kepala Desa (Kades) se- Kabupaten Sidoarjo melakukan aksi unjuk rasa di depan pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Selasa (10/3) kemarin.
Sebelumnya mereka start dan berkumpul di depan Lapas kelas II Sidoarjo dan dilanjutkan dengan melakukan longmarch dari jalan Sultan Agung menuju pendopo Delta Wibawa.
Setelah didepan gerbang, mereka melakukan orasi secara bergantian untuk menuntut hak-hak mereka yang selama ini belum direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut para kades beserta perangkat menuntut bahwa Tanah Kas Desa (TKD) pengelolaannya harus dikembalikan ke Desa, Pejabat Sementara (Pjs) Kades harus dijabat oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari desa setempat.
Selain itu ribuan perangkat dan kepala desa juga menuntut Penghasilan perangkat dan Kades harus sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sidoarjo, serta penanganan banjir secara cepat dan tepat termasuk perbaikan infrastuktur di desa desa agar segera diwujudkan.
Koordinator kepala desa se-Sidoarjo H. Supriyadi( kades Trosobo) kecamatan Taman Sidoarjo mengatakan bahwa sudah tiga bulan ini Pemkab Sidoarjo belum merealisasikan tuntutan mereka, terutama untuk tunjangan perangkat dan Kades, yaitu sejak bulan Januari, hingga Maret 2015.
“Apabila semua tuntutan ini tidak segera direalisasikan, kami tidak akan mendukung beliau jadi Bupati Sidoarjo lagi,” ungkapnya.
Menurut Supriyadi bahwa Kabupaten Sidoarjo mendapatkan Piala Adipura tidak lepas dari jerih payah dari semua perangkat dan Kades se Kabupaten Sidoarjo.
“Kalau tuntutan kami ini tidak segera dikabulkan, maka kami akan boikot dengan tidak menyetorkan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) kepada Pemkab,” kecamnya.
Sebab, lanjut Supriyadi dengan gaji dan tunjangan yang selama ini diterima dirasa sangat minim dan masih jauh dari kelayakan sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
“Kami berharap, Bapak Bupati Sidoarjo memperhatikan nasib para Kepala Desa, terutama perangkat desa. Kasihan mereka, untuk kebutuhan hidup keluarganya sangat pas-pasan”, tandasnya.(pra)

LOLOS AKREDITASI, RSUD SIDOARJO RAIH PREDIKAT RUMAH SAKIT TERBAIK

AKREDITAS RSUD

Sidoarjo (Realita) – Setelah lolos dari beberapa kategori penilaian,yakni penilaian pelayanan pasien, keselamatan pasien, penilaian lingkungan Rumah Sakit dan SDM, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sidoarjo, meraih predikat Rumah Sakit Terbaik yang ada di Jawa Timur.

Hal itu disampaikan oleh ketua dewan pembina Komite Akreditasi Rumah Sakit(KARS) Dr.Sri Rahmani M.Kes,M.Hkes , selasa(10/2) lalu. Pada kesempatan itu pula Sri Rahmani menyerahkan sertifikat Akreditasi kepada bupati Sidoarjo Saiful Ilah yang kemudian oleh bupati Saiful Ilah diserahkan kepada Direktur Utama (Dirut) RSUD Sidoarjo dr.Atok Irawan.

“RSUD Sidoarjo merupakan salah satu dari 15 rumah sakit yang lolos akreditasi dengan nilai excellent atau paripurna”,terang Sri Rahmani.

Menurut Sri Rahmani dari 356 rumah sakit yang ada di Jawa Timur, tidak semuanya mau mengikuti akreditasi yang dilakukan oleh KARS.

“Sebagian Rumah Sakit tidak mau mengikuti akreditasi lantaran mereka takut karena belum mampu memenuhi persyaratan-persayaratan yang sudah menjadi ketentuan,” ungkapnya.

Setiap rumah sakit yang telah lolos akreditasi , lanjut Sri Rahmani akan bisa diakses melalui internet sehingga masyarakat mengetahui, mana rumah sakit dengan pelayanan terbaik dan mana rumah sakit dengan pelayanan biasa.

Terpisah, Kabag Humas RSUD Kabupaten Sidoarjo Achmad Jainuri SH menyatakan bahwa penohbatan RSUD Kabupaten Sidoarjo sebagai Rumah Sakit Terbaik adalah sebuah prestasi yang luar biasa hasil kerja keras sekaligus kerja sama semua komponen Rumah Sakit.

“Raihan predikat seperti ini hendaknya bisa memacu kinerja semua komponen rumah sakit untuk lebih baik lagi secara kuantitas maupun kualitas pelayanan tentunya”, tandasnya. (pra)