Walikota : “Kesehatan Merupakan Layanan Dasar Yang Harus Diberikan Pemerintah Kepada Masyarakat”

IMG_20150909_59599

Mojokerto (Realitamasyarakat) – Walikota Mas’ud Yunus membuka acara Sosialisasi Penyusunan District Health Account (DHA) di Resto Chit Chat Kota Mojokerto. Kegiatan yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kota Mojokerto ini juga dihadiri Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur Elmi Mufidah, Kepala SKPD terkait, Direktur Unit Transfusi Darah PMI, Direktur Rumah Sakit dan Kepala Puskesmas se-Kota Mojokerto.  Tujuan diadakannya sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada pihak-pihak terkait District Health Account sebagai dokumen analisis efektifitas dan efisiensi anggaran kesehatan. Selasa (8/9)

Ch Indah Wahyu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dalam laporannya menyebutkan bahwa sosialisasi ini juga bertujuan untuk memberikan penyegaran tentang tata cara penyusunan District Health Account dan mengadvokasi serta membentuk komitmen kesepakatan pada pihak terkait penyusunan District Health Account tahun 2015.

Walikota Mas’ud Yunus dalam sambutannya menyampaikan bahwa kesehatan merupakan layanan dasar yang harus diberikan pemerintah kepada masyarakat dan merupakan hal yang sangat penting. Terlebih program promotif dan preventif harus terus dilakukan pemerintah kerena kondisi masyarakat akan pemahaman tentang kesehatan masih kurang.

“Untuk merubah mind set, pola hidup dan gaya hidup harus terus menerus kita lakukan karena sifatnya menyangkut masyarakat secara menyeluruh. Tentunya membutuhkan pembiayaan yang cukup besar,” terang Walikota.

Pemerintah terus melakukan kebijakan yang tepat sasaran, tepat anggaran dan endingnya adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Yang mana derajat kesehatan itu bisa kita ukur sejauh mana peningkatan usia hidup warga kota.

“Sampai hingga hari ini usia harapan hidup warga kota sudah mencapai 72,82. Walaupun sudah lebih tinggi dari angka harapan hidup nasional yang mencapai 70 tapi kalau kita bandingkan dengan Singapura masih jauh,” urainya.

Walikota juga berharap agar angka kematian ibu melahirkan harus terus ditekan. “Satu saja ada kematian ibu melahirkan di kota Mojokerto itu prosentasenya sudah tinggi. Karena itulah kita harus mengantisipasi bagaimana untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan menyeluruh,” tutur Walikota Mas’ud Yunus.

(Gon)

300 Pencari Kerja Serbu Disnaker

IMG_20150728_103428          Mojokerto Realita, Sebanyak 300 lebih pencari kerja menyerbu Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Mojokerto, (28/7) kemarin. Ratusan muda-mudi itu tumplek blek memadati kantor yang terletak di Jalan Bhayangkara untuk mengikuti interview sebuah perusahaan waralaba Indo Mart.
Perusahaan ini bekerjasama dengan pemerintah setempat yang belakangan giat menekan angka pengangguran.
“Disnakertrans memfasilitasi acara walk interview ini,” kata Kadisnakertrans Kota Mojokerto, Amin Wachid.
Menurut Amin, dengan adanya kerjasama ini pihaknya memposting pengumuman lowongan kerja yang dibutuhkan perusahaan di laman resmi Pemkot Mojokerto. Disnaker juga memfasilitasi kantornya sebagai tempat wawancara.
Disinggung soal pengaruhnya pada hasil tes, Amin menjamin tidak ada intervensi sama sekali dari pihak dia.
“Otoritas diterima tidaknya pelamar kerja ada di tangan manajemen waralaba yang bersangkutan,” imbuhnya.
Perusahaan ini memberi kesempatan berkarir di tiga kota satelit masing-masing, Kota Mojokerto, Jombang dan Sidoarjo. Dengan diterimanya warga Kota Mojokerto di bursa kerja ini maka   angka pengangguran terbuka akan makin berkurang 4, 26 persen dari jumlah angkatan kerja sebanyak 64.630.
Para pencari kerja ini tercatat berasal dari sejumlah daerah, seperti Mojokerto, Sidoarjo, Jombang, dan Madiun.
Namun demikian, meski tidak ada pembatasan asal pelamar kerja, ia berharap banyak warga kota Mojokerto terjaring di bursa kerja tersebut.
Mereka mengikuti tes 7 job description yang ditawarkan perusahaan yang akan merekrut 105 karyawan baru, diantaranya untuk posisi pramuniaga, driver, kasir dan staf administrasi.
Edy, salah satu peserta walk interview mengaku sudah mempersiapkan diri untuk menerobos bursa kerja. Lajang lulusan SMA tahun 2014 warga Kota Mojokerto tersebut berharap diterima kerja di perusahaan waralaba. “Sudah puluhan lamaran kerja saya kirim, tapi masih belum beruntung. Semoga saja kali ini saya diterima,” katanya. (Yep)

Cabup Petahana Didukung 7 Partai Raksasa Pasangan Purbantara Daftar ke KPU

Mojokerto Realita, Pasangan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Mojokerto petahana Mustofa Kamal Pasa (MKP) dan Pung Hariadi daftar nyalon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, (27/7) kemarin. Diantar tujuh pengurus partai pengusung, pasangan yang menamakan diri Putra Bangsa Nusantara (Purbantara) pede mengajukan diri memimpin daerah ini untuk kali kedua.
Partai pengusung Purbantara terdiri dari sejumlah partai besar yakni PDIP, Gerindra, PAN, Golkar, Nasdem, PKS dan Demokrat. Untuk pencalonannya mendatang, MKP tidak meneruskan berkoalisi dengan wakilnya Choirunnisa melainkan memilih berpasangan dengan pengusaha tebu asal Jetis.
“Kita mendapat dukungan tujuh partai yang memiliki 36 (total 45) kursi Dewan. Saya sudah coba dekati empat partai yang lain yakni PPP, PBB, Hanura, PKB.
Tapi sepertinya tidak ada tempat untuk MKP dan mereka mungkin melihat kepentingan lain dipandang lebih besar,” papar MKP kepada wartawan usai diterima KPU.
Meski demikian, MKP berharap adanya calon lain yang bakal bertarung dengannya. Sehingga demokrasi jalan. “Saya harap nanti ada calon lain yang bakal maju, tidak hanya saya. Sehingga demokrasi bisa jalan. Tapi mari bertarung dan tidak usah saling menjatuhkan,” pesannya.
Dibawah penjagaan aparat keamanan yang sangat ketat, MKP datang ke kantor KPU jam 11.30 WIB. Rombongan ini disertai sejumlah pengurus partai pengusung yang mengawal pasangan incumben. Pasangan ini ditemui Ketua KPU Ayuhanafiq yang menerima seluruh berkas pendaftaran. Ditemui usai pendaftaran, Ayuhan mengatakan akan membuka pendaftaran sampai Selasa (28/7) hari ini. Ia berharap, adanya calon lain yang diharapkan dari koalisi
PPP, PBB, Hanura, PKB.
“Pendaftarannya kita buka sampai besok. Misalnya besok tidak ada yang daftar, maka pendaftaran kita perpanjang hingga tiga hari kedepan. Jikalau tetap masih nihil, maka kita akan mengikutkan jadwal pilkada serentak 24 Agustus 2016 mendatang,” jlentrehnya.
Meski demikian, Ayuhan berharap adanya koalisi empat parpol tersisa. Namun untuk PPP, harus ada persetujuan dari pengurus dua kubu berseru yakni dari kubu Romy dan Djan Fariz berikut tandatangan sekjen. “Persetujuan dari kedua kubu PPP mutlak dilakukan sebagai persyaratan pendaftaran,” katanya.
Jikalau pun koalisi empat partai tidak terbentuk, pihak KPU masih berharap dari perbaikan calon independen yang masih diwajibkan melakukan verifikasi KTP. Pendaftar ini harus memverifikasi sekitar 0,3 persen KTP atau 3.000 KTP. Sehingga peluang adanya pilkada tetap masih terbuka. (Yep)

Jenazah Bocah 5 Tahun Korban Hercules Jatuh Ditemukan Utuh

        e9aa4d92-eec6-442f-a787-a91e307a1ec3_169

         Mojokerto Realita, Anandya, seorang bocah kelahiran November 2010, dipastikan ikut menjadi korban tewas dalam pesawat Hercules bernomor A-1310 yang jatuh di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6). Kepastian itu diperoleh orang tua Anandya hari ini.

“Jenazah Anandya sudah ditemukan, dalam keadaan utuh. Sekarang sedang dalam proses identifikasi lebih lanjut di Rumah Sakit Adam Malik,” kata Widya Arti Anggraini, ibu Anandya, kepada CNN Indonesia.

Widya menuturkan, Anandya menumpang pesawat hercules itu bersama tantenya yang tidak lain adalah adik kandung Widya, Biyakti Nugraheni (22). Anandya dan Biyakti dititipkan oleh keluarga Widya yang merupakan bagian dari keluarga besar TNI Angkatan Udara untuk bisa ikut terbang menuju Pontianak, Kalimantan Barat.

“Anandya dan adik saya memang sudah jauh-jauh hari ingin berlibur ke Pontianak. Beberapa kali juga kami naik pesawat Hercules jika memang ada rute yang searah. Anandya ingin berlibur bersama sepupu-sepupunya di Pontianak,” tutur Widya.

Widya terdengar sangat tegar mengetahui putri kecilnya menjadi salah satu dari lebih 100 korban dalam kecelakaan pesawat itu. Hingga kini, Widya dan suaminya, Kapten Teguh Juanda masih menanti kabar dari RS Adam Malik yang sedang melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap jenazah Anandya.

Widya belum dapat memastikan apakah akan bertolak ke Medan atau tidak untuk melihat kondisi jenazah putrinya. “Suami saya dinas di Yogyakarta, sekarang dalam perjalanan ke Jakarta. Kami masih menunggu dulu karena adik saya sampai sekarang belum ditemukan,” tutur Widya.(erl)

indexSegenap Keluarga Besar

Pimpinan Dan Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto

Mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H

H.ismail pribadi.

H.ISMAIL PRIBADI, SE

KETUA DPRD

Hj.ainy zuhro          H.Subandi        H.sopii.sp       index

Hj.AINY ZUHROH,SE.MM   H. SUBANDI, SH      H. SOPII, SP         Abdullah Muktar

WAKIL KETUA              WAKIL KETUA       WAKIL KETUA           SEKWAN

Dinkes Temukan Mamin Tak Layak Konsumsi

          IMG_20150630_132619

          Mojokerto Realita, Dinas Kesehatan Kota Mojokerto menyita puluhan makanan dan minuman (mamin) kemasan serta bumbu dapur siap masak dalam razia di sejumlah swayalan, (30/6) kemarin. Selain kadaluarsa, mamim tersebut kemasannya rusak dan serta diketemukan tidak memiliki ijin edar.
Kepala Dinkes Kota Mojokerto, Cristiana Indah Wahyu, mengatakan sidak di gelar untuk mengantisipasi beredarnya makanan dan minunan kadalursa dan  kemasan rusak. Terutama menjelang lebaran banyak kemasan parsel yang isinya sudah kadaluarsa. “Jelang lebaran banyak dimanfaatkan konsumen nakal yang ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dengan menjual mamin yang sudah tidak layak edar.,” ujar Indah.
Lebih lanjut dikatakannya, saat  sidak tim dari dinkes menumukan beberapa minuman kaleng yang sudah rusak kemasannya. Oleh petugas minumn kaleng berupa susu di mankan oleh petugas. Dari hasil sidak ada 24 jenis makanan yang berhasil di tarik oleh dinkes. Dari jumlah tersebut ada 13 kadaluarsa, 8 kemasan rusak dan sisanya tidk sesuai dengan label. “Kita telah  mencek tanggal kadar­luarsanya, kualitas barang, dan izin edar,”ujar Indah.
Jumlah makanan tak layak konsumsi menurut Indah jumlahnya selalu ada peningkatan setiap tahunnya. Hal ini lebih disebakan banyak produsen baru yang kurang memperhatikan kesehatan masyarakat.” Selalu ada temuan produk baru yang melanggar aturan.” terangnya.
Untuk menghindari makanan dan minuman yang tidak layak konsumsi, Indah mengi­mbau masyarakat yang akan membeli parsel untuk melihat semua ba­rang-barang yang terdapat didalam parsel tersebut. “Masyarakat yang akan membeli parcel sebaiknya berhati-hati dengan cara mencek dulu. Jangan sampai membeli parsel yang tidak layak,”paparnya..
Selain melakukan himbauan terhadap konsumen, Dinkes juga menghimbau pada produsen parsel  untuk tidak. menjual barang-barang yang tidak layak komsumsi seperti sudah kadarluarsa atau masa edarnya yang tidak ada. ” Saat ini masyarakat sangat pintar untuk memilih mamin yang layak konsumsi,”tukasnya. (Yep)

Nasabah Di Pingpong BRI

Mojokerto Realita, Legiman warga Desa Awang-awang Kecamatan Mojosari punya pinjaman di BRI 11 tahun yang lalu dengan jaminan dua sertifikat, tanah rumah dan sawah. Awal angsuran lancar-lancar saja, Akhirnya ada masalah keluarga dan masuk LP -+11 tahun dan setelah keluar bulan april lalu dari LP meyelesaikan utangnya di BRI, Namun sebelum datang ke BRI sudah ada panggilan dari BRI yang ditujukan pada Legimin nomor surat b. 466.IX/KC/ADK/4/2015, yang memberitahukan Catatan administrasi jumlah Tunggakan kewajiban kredit yang wajib di bayar Nomor rekening 055-01-500563-15-1 sampai tanggal 13 -4-2015 adalah:

  1. Tunggakan pokok     :130.000.000
  2. Tunggakan Bunga     : 26.272.630
  3. Denda                        :133.572.978
  4. Biaya lain-lain           :         48.000
  5. Jumlah                       : 287.193.608

Dengan Etiket baik Legimin mendatangi Kantor Cabang di temui Sigit dan Arief. Kemudian setelah ketemu dapat keringanan dan membayar pokoknya saja, dua sertifikat 130.000.000,-. Ternyata setelah didatangi beberapa kali untuk mengambil sertifikat hanya janji dan omong kosong belaka, nyari Arief ketemu di suruh ke Sigit, begitu sebaliknya, Dan terakhir ketemu Arief di suruh nunggu telepon lagi, karna deposisi belum turun dari pimpinan. Pada tanggal 10-06-2015 Legimin di SMS oleh Arief di suruh menyelesaikan satu Sertifikat sebesar 84.000.000. Ternyata setelah mau di ambil sertifikatnya, dibawakan uang masih janji-janji terus sampai berita ini di tulis. ( Why )

 

 

 

BRI UNIT Jetis Kebobolan lagi

Mojokerto Realita, BRI Unit Jetis Cabang BRI Mojokerto kebobolan lagi sekitar Rp 500 Juta, Sekitar tahun 2006 BRI telah dibobol oleh tellernya Antok Sebesar 3,5 Milyard dan dijatuhan hukuman oleh pengadilan negeri Mojokerto 5 tahun. Namun selang beberapa tahun lagi tahun 2015 dibobol oleh mantrinya dengan inisial ANS sekitar sebesar Rp 500 Juta.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Realita mengatakan,’’ ANS pindahan dari BRI Unit Pandan Arum Kecamatan Pacet, Saat itu Bri Jetis dijabat oleh IS disitulah ANS mulai melakukan peran operandi dengan menggunakan kredit topengan atas nama nasabah setempat, tidak begitu lama pejabatnya diganti oleh WS.

WS Beberapa bulan mulai curiga dengan tingkah laku ANS, terus dia melakukan tindakan cek lapangan dengan hasil mulai menemukan titik terang, bahwa di BRI Unit Jetis ditemukan penyimpangan yang diduga dilakukan oleh ANS. Hasil ceking lapangan tersebut di laporkan pada pinca BRI Mojokerto. Akhirnya turun TIM khusus di BRI Jetis yang anggotanya terdiri RAO/ Penilik yang diketuai AMBM. ANS dikenakan sanksi administratib berupa dimutasikan ke KanCa BRI Mojokerto dengan tidak diberi jabatan dan gaji. Sedangkan KA unit nya kena teguran dengan sanksi admistratib berupa :

  1. Teguran tidak puas
  2. Penundaan gaji berkala
  3. Tidak menerima bonus laba tahun 2014
  4. Tidak menerima tunjangan pendidikan anak (TPA ) , ‘’ jelas sumber.

Sementara menurut sumber lain di BRI unit Ngoro telah diperiksa penilik di ketemukan penyimpangan kasus setoran dari nasabah yang dilakukan oknum mantri AS, sekitar 11 juta.

KA Unit BRI Jetis saat dikonfirmasi Realita di ruang kerjanya enggan memberikan jawaban.

KA Unit BRI Ngoro M.Saichu Rosyad belum berhasil ditemui. Dan dari pihak kepolisian sudah melacak kasus tersebut sejak kemarin. Jelas sumber (erl/war)

Kobar Ultimatum Pengusaha Berikan THR H-7 Lebaran

Mojokerto Realita, Lembaga Komite Barisan Rakyat (Kobar) mengultimatum para pengusaha di Kota Mojokerto agar memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) selambat-lambatnya H-7 Idul Fitri. Seruan para aktivis buruh ini disampaikan sejak awal ramadan memenuhi amanat UU Tenaga Kerja No 13 tahun 2005.

“Sebagai amanat UU para pengusaha wajib memberikan hak pekerja selambat-lambatnya tujuh hari jelang Lebaran. Seruan ini kami sampaikan agar amanat ketentuan ini dipenuhi,” tegas Ketua Bidang Perburuhan Kobar, Mustofa di kantor DPRD Kota Mojokerto, (15/6) kemarin.

Dalam keterangan persnya, pria yang akrab disapa Topeng ini mengemukakan besaran THR di Kota Mojokerto yakni Rp 1.437.500, atau satu kali gaji. “Besaran THR nya satu kali gaji. Kalau disini ya Rp 1.4 juta sekian,” paparnya.Terhadap pengusaha yang membandel, Kobar mengancam akan menyeret pengusaha nakal ke pihak berwajib. “Kalau hak buruh tidak disampaikan maka kami akan menyeret perusahaan nakal ke pihak berwajib. Sesuai UU ketentuanya sanksi pidana bagi yang melanggar,” tandasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Mojokerto, Amin Wakhid menyatakan bahwa pihaknya akan membuat edaran terkait THR ini. “Besok (hari ini) kita akan buat edaran kepada perusahaan-perusahaan di Kota ini agar memberikan THR nya tepat waktu,” ujarnya.

Untuk itu, ia akan memantau pelaksanaan pemberian THR ini. “Kita akan memantau perkembangan dari surat kita. Apakah Akan dilaksanakan atau tidak,” katanya.
Amin menghimbau agar perusahaan memberikan hak karyawannya sehingga situasi tetap kondusif. (Yep)

Bag UMUM. Agenda Tidak Disiplin

Mojokerto (Realita), Bagian UMUM Kota Mojokerto tolak surat masuk sebab petugas yang bagian menerima surat jarang ada di tempat. Misal, petugas Realita membawa surat dari Realita sampai tiga kali datang masih belum bisa menemui. Padahal tidak ada acara rapat atau lainnya.Saat di titipi surat juga di hilangkan dan di suruh membuat lagi. Saat pagi datangnya juga siang,’’ Rumahnya jauh pak di Sidoarjo, sehingga ndak pernah ikut apel pagi,’’ Ujar salah satu temannya yang tidak mau disebut namanya. Sementara Kabag UMUM kota Mojokerto, Tjatur Susanto, SH ditemui di ruang kerjanya tidak ada di tempat.

Sementara Ketua LSM perhutani Drs Kartiwi saat di mintai pendapat, ‘’Mengatakan, petugas yang malas itu, sebaiknya di ganti atau di copot jabatannya, sebab menyangkut pelayanan UMUM,’’ Tegas Kartiwi. (erl)