Bunda Baca Indikator 3 Besar SMAN 2 Juara Tingkat Nasional

IMG_20160829_48704

Mojokerto (Realitamasyarakat) – Istri dari Walikota Mojokerto, Siti Amzah Mas’ud Yunus adalah salah satu motivator Bunda Baca demi meningkatkan budaya baca. Merasa bangga jika SMAN 2 kota Mojokerto mempunyai motivator Bunda Baca karena SMAN 2 memperoleh juara 3 besar perpustakaan dari tingkat nasional. Senin (29/8/2016)

“Prestasi yang diraih perpustakaan SMAN 2 sebagai juara 3 tingkat nasional cukup membanggakan. Pesaingnya bagus-bagus berasal dari kota-kota besar di seluruh Indonesia. Meski Kota Mojokerto kecil, tapi mampu mengalahkan sekolah lain yang berasal dari kota-kota besar,” katanya menanggapi raihan perpustakaan SMAN 3.

Menurut Siti Amzah Mas’ud Yunus ini, raihan prestasi perpustakaan SMAN 2 ini merupakan indikator meningkatnya budaya baca di Kota Mojokerto. “Budaya baca masyarakat Kota Mojokerto sudah mencapai 20 persen dari jumlah penduduk. Padahal budaya baca secara nasional hanya satu per seribu,” ujarnya.

Lebih dari itu, prestasi tersebut sesuai dengan program Kota Mojokerto berlingkungan pendidikan yang tertuang dalam Perwali Nomor 17 Tahun 2009. Salah satu indikatornya adanya perpustakaan baik perpustakaan umum, perpustakaan kelurahan, perpustakaan keluarga maupun perpustakaan sekolah.” Semua itu tujuannya untuk meningkatkan budaya baca,” imbuhnya.

Keberhasilan meningkatkan budaya baca di Kota Mojokerto 20 persen dari jumlah penduduk berkat upaya Pemkot Mojokerto melalui Kantor Perpustakaan dan Arsip dan Dinas Pendidikan, dan tim penggerak PKK. “Ini terlihat dari banyaknya perpustakaan di Kota Mojokerto dengan pengunjung yang cukup banyak,” katanya.

Budaya baca yang mencapai 20 persen ini merupakan trend yang baik dalam meningkatkan wawasan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Perpustakaan akan terus ditingkatkan supaya visi Kota Mojokerto yang cerdas bisa diwujudkan,” tadasnya.

Sekolah-sekolah yang lain akan terus dikembangkan sehingga juga dapat berprestasi secara nasional. Nantinya Dinas Pendidikan bersama Kantor Perpustakaan dan Arsip akan melihat sekolah mana yang akan dipicu.

“Perpustakaan sekolah merupakan jantung dari sekolah. Jika perpustaannya bagus maka layanan pendidikannya juga baik dan prestasi siswa juga baik,” urainya.

IMG_20160730_57799

Menurut Siti Amzah, ada kekurangan yang perlu dikembangkan yaitu luas ruangan Perpustakaan yakni SMAN 1 dan SMKN karena lahan untuk membangun perpustakaan masih ada. “Kekurangan SMAN 2 hanya perkara ruang perpustakaan yang kalah luas dengan pemenang satu dan dua. Sedang masalah lain perpustakaan SMAN 2 tidak kalah,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Mojokerto, Sugiono mengatakan, salah satu yang menambah nilai untuk perpustakaan SMAN 2 karena Kota Mojokerto memiliki bunda baca dimana daerah lain tidak memiliki. “Saat di Jakarta, tim juri mencerca saya dengan pedtanyaan seputar bunda baca. Saya jelaskan bahwa bunda baca sebagai motivator untuk meningkatkan budaya baca,” katanya.

(Gon)

Pilih untuk berbagi : Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+Print this page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>