Polda Jatim Ciduk 2 Pelaku Hacker

IMG_20160602_31544

Mojokerto (Realitamasyarakat) – Ditreskrim Polda Jatim menciduk 2 Pelaku pengobok-obok milik Pemkot Mojokerto website

www.mojokertokota.go.id, akhirnya website tersebut jadi rusak dan pelaku tersebut dikabarkan sakit hati dengan pejabat Pemkot.

Press release tersebut dihadiri Kabiro Humas Polda, Kapolresta, Kasat Reskrim, dan Walikota Mojokerto.

Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus menyaksikan langsung press release tindak pidana peretasan (hacking) situs resmi Pemkot Mojokerto oleh Polda Jatim di Mapolresta Mojokerto, Rabu (1/6/2016).

“Tersangka CH (19) yang berstatus mahasiswa, warga kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya ditangkap di Perum De”Adisucipto Residence, Kecamatan Blimbing, Kota Malang bersama tersangka  ZA (32), wartawan yang beralamat di Wonomulyo, Poncokusumo Malang, tanggal 27 Mei sekira pukul 01:30 WIB,” terang Kabiro Humas Polda Jatim, Kombes Pol. R.P. Argo Yuwono, S.I.K, Ms.I.

Menurut Argo, tersangka ZA mengaku mengobok-obok situs resmi lantaran sakit hati. ZA yang melayani pengadaan barang Pemkot Mojokerto berupa mebeler   senilai Rp 79 juta hanya menerima pembayaran sebagian saja dan hingga sekarang belum menerima pelunasan. Pemkot beralasan, barang yang diterima tidak sesuai spesifikasi.

ZA pun berulah dengan meminta CR melakukan peretasan situs resmi Pemkot Mojokerto. Tanggal 23 Maret 2016 lalu CR melakukan peretasan dengan mengubah tampilan yang didominasi warna hitam. Dipampangkan meme serta tulisan yang menyudutkan tiga pejabat pemkot.

Sejumlah barang, antara lain 3 lembar print out capture website yang sudah diubah tampilannya, 1 unit modem internet, 1 unit laptop merk Lenovo, 1 buah HP Apple 6 dan 1 buah papan white board disita dari tangan kedua tersangka untuk dijadikan barang bukti.

“Selain menyidik tersangka, sejumlah saksi sudah kami mintai keterangan terkait cyber crime ini,” imbuhnya.

Namun demikian Argo enggan membeber lebih jauh ikhwal pengungkapan kasus yang menyeret nama walikota dan beberapa pejabat Pemkot Mojokerto tersebut.

“Itu tekhnis pengungkapan,” sergah Argo.

Yang pasti, lanjut Argo, penyidikan kasus ini masih berlanjut. “Masih kita kembangkan. Termasuk pengakuan tersangka CH yang menyebut baru pertama kali melakukan peretasan,” sergahnya.

Pun soal nama dan jabatan saksi dari PNS Pemkot, Argo enggan menyebut. “Sudah dua orang (PNS Pemkot Mojokerto),” ujarnya.

Ia menyebut, tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah. Mengingat data yang dipampangkan di laman yang sudah diobok-obok itu hanya bisa diakses secara khusus.

Kedua tersangka, ujarnya, dijerat UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, pasal 30 ayat 1 dan ayat 3 Jo pasal 46 ayat 3 dengan ancaman hukuman pidana 8 tahun dan atau denda paling banyak Rp 800 juta.

Sementara itu Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus menyatakan apresiasinya terhadap kerja aparat polisi yang mampu mengungkap kasus tersebut.

“Saya bersyukur kasus peretasan ini bisa diungkap polisi dalam waktu yang tidak lama,” katanya.

Jika pun ada PNS yang terlibat kasus ini, ia menyatakan akan menyerahkan sepenuhnya kepada polisi.

“Kami percayakan sepenuhnya kasus ini pada polisi, termasuk jika terbukti ada PNS yang terlibat,” tandasnya.

Agar dikemudian hari tidak muncul kasus serupa, ucap walikota, sistem pengamanan situs diperketat.

(Gon)

Pilih untuk berbagi : Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+Print this page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>