Kejari Pelototi Gratifikasi Graha Poppy

Kasi Intel Oktario Hutapea, Kejaksaan Negeri Mojokerto
Kasi Intel Oktario Hutapea, Kejaksaan Negeri Mojokerto

Mojokerto (Realitamasyarakat) – Keterkaitan laporan gabungan LSM Aliansi Rakyat Mojokerto Bersatu (ARMB) dengan adanya dugaan gratifikasi Cafe n Karaoke Graha Poppy (GP) mendapat apresiasi dari Korp Satya Adhi Wicaksana ini.

Laporan ARMB saat ini masih pendalaman dari pihak Kejari, Kasi Intel Oktario Hutapea mengatakan “Semua laporan yang masuk di kejaksaan pasti ditindaklanjuti, tidak terkecuali laporan dari LSM. Apalagi konflik Graha Poppy dengan warga sekitar sudah menjadi pembicaraan hangat masyarakat Mojokerto khususnya,” ujar saat ditemui di kantornya Jalan RA Basuni, Kamis (26/5).

ARMB melaporkan ke kejaksaan dengan alasan Pemkot Mojokerto tidak segera menutup Graha Poppy padahal sudah jelas ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan Graha Poppy. Adanya pelanggaran dibuktikan dengan adanya surat peringatan dari Satpol PP.

Pelanggaran lain, keberadaan Graha Poppy tidak sesuai Perda RTRW. “Kejaksaan sedang mendalami laporan ARMB,” tandas Oktario.

Pendalaman yang dimaksud, saat ini kejaksaan sedang mengumpulkan data dan alat bukti. Bahkan jika diperlukan akan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait. “Banyak hal yang dilakukan dalam melakukan pendalaman. Jika ada alat bukti yang kuat, tentu akan diproses,” katanya.

Terpisah, Koordinator ARMB, Muhammad Mustofa mengatakan, pihaknya mengapresiasi pihak kejaksaan yang segera menindaklanjuti laporan ARMB. “Kita memang berharap kejaksaan segera melakukan penyelidikan. Lebih-lebih kasus ini statusnya ditingkatkan menjadi penyidikan,” harapnya.

ARMB meyakini adanya praktik gratifikasi yang dilakukan pihak Graha Poppy supaya usaha karaokenya tidak ditutup. “Kita berharap dalam waktu yang tidak lama sudah ada jawaban dari pihak kejaksaan. Kami sangat yakin ada gratifikasi kepada pihak-pihak terkait,” ujar Mustofa.

Seperti diketahui, Jumat (20/5) Aliansi Rakyat Mojokerto Bersatu (ARMB) melapor ke Kejaksaan Negeri Mojokerto terkait konflik yang terjadi antara Cafe n Karaoke Graha Poppy di Jalan Randu Gede Kota Mojokerto versus warga sekitar.

Dalam laporannya ARMB menilai pejabat Pemkot Mojokerto masuk angin atau menerima gratifikasi. Alasannya, sudah jelas Graha Poppy melanggar Perda Kota Kojokerto No. 13 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum dimana hiburan malam diharuskan tutup jam 24.00 WIB dan Perda Kota Mojokerto No. 4 Tahun 2012 tentang RTRW pasal 17 ayat 3 yang berbunyi, keperuntukan wilayah Kelurahan Kedundung dengan kegiatan utama: perkantoran, industri, pendidikan, dan perumahan, namun hingga saat ini masih belum ditutup.

(Gon)

Pilih untuk berbagi : Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+Print this page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>