Cabup Petahana Didukung 7 Partai Raksasa Pasangan Purbantara Daftar ke KPU

Mojokerto Realita, Pasangan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Mojokerto petahana Mustofa Kamal Pasa (MKP) dan Pung Hariadi daftar nyalon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, (27/7) kemarin. Diantar tujuh pengurus partai pengusung, pasangan yang menamakan diri Putra Bangsa Nusantara (Purbantara) pede mengajukan diri memimpin daerah ini untuk kali kedua.
Partai pengusung Purbantara terdiri dari sejumlah partai besar yakni PDIP, Gerindra, PAN, Golkar, Nasdem, PKS dan Demokrat. Untuk pencalonannya mendatang, MKP tidak meneruskan berkoalisi dengan wakilnya Choirunnisa melainkan memilih berpasangan dengan pengusaha tebu asal Jetis.
“Kita mendapat dukungan tujuh partai yang memiliki 36 (total 45) kursi Dewan. Saya sudah coba dekati empat partai yang lain yakni PPP, PBB, Hanura, PKB.
Tapi sepertinya tidak ada tempat untuk MKP dan mereka mungkin melihat kepentingan lain dipandang lebih besar,” papar MKP kepada wartawan usai diterima KPU.
Meski demikian, MKP berharap adanya calon lain yang bakal bertarung dengannya. Sehingga demokrasi jalan. “Saya harap nanti ada calon lain yang bakal maju, tidak hanya saya. Sehingga demokrasi bisa jalan. Tapi mari bertarung dan tidak usah saling menjatuhkan,” pesannya.
Dibawah penjagaan aparat keamanan yang sangat ketat, MKP datang ke kantor KPU jam 11.30 WIB. Rombongan ini disertai sejumlah pengurus partai pengusung yang mengawal pasangan incumben. Pasangan ini ditemui Ketua KPU Ayuhanafiq yang menerima seluruh berkas pendaftaran. Ditemui usai pendaftaran, Ayuhan mengatakan akan membuka pendaftaran sampai Selasa (28/7) hari ini. Ia berharap, adanya calon lain yang diharapkan dari koalisi
PPP, PBB, Hanura, PKB.
“Pendaftarannya kita buka sampai besok. Misalnya besok tidak ada yang daftar, maka pendaftaran kita perpanjang hingga tiga hari kedepan. Jikalau tetap masih nihil, maka kita akan mengikutkan jadwal pilkada serentak 24 Agustus 2016 mendatang,” jlentrehnya.
Meski demikian, Ayuhan berharap adanya koalisi empat parpol tersisa. Namun untuk PPP, harus ada persetujuan dari pengurus dua kubu berseru yakni dari kubu Romy dan Djan Fariz berikut tandatangan sekjen. “Persetujuan dari kedua kubu PPP mutlak dilakukan sebagai persyaratan pendaftaran,” katanya.
Jikalau pun koalisi empat partai tidak terbentuk, pihak KPU masih berharap dari perbaikan calon independen yang masih diwajibkan melakukan verifikasi KTP. Pendaftar ini harus memverifikasi sekitar 0,3 persen KTP atau 3.000 KTP. Sehingga peluang adanya pilkada tetap masih terbuka. (Yep)

Pilih untuk berbagi : Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+Print this page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>